June 13, 2021

Databazaarmedia.com

Blog Media Info Terkini

Kritik Hari Pers Nasional Masukan seperti Jamu yang Kuatkan Pemerintah Saran Sekretaris Kabinet

Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo ucapkan peringatan Hari Pers Nasional yang jatuh pada hari ini, Selasa (9/2/2021). Pramono menyebut, kebebasan pers menjadi tiang utama bagi Indonesia sebagai negara demokrasi. Menurutnya, kebebasan seperti kritik, saran, masukan seperti jamu yang memberi kekuatan pemerintah.

"Sebagai negara demokrasi, kebebasan pers adalah tiang utama. Bagi pemerintah, kebebasan pers adalah sesuatu yang wajib dijaga." "Bagi pemerintah, kebebasan pers kritik, saran, masukan itu seperti jamu menguatkan pemerintah," ucap Pramono pada Sekretarat Kabinet, Selasa (9/2/2021). Dengan kritik yang bersifat terbuka hingga keras nantinya akan membangun pemerintah lebih terarah.

"Kita memerlukan kritik yang terbuka, kritik yang pedas, kritik yang keras." "Karena dengan kritik itulah, pemerintah akan membangun lebih terarah dan benar," lanjutnya. Ia menyinggung pula soal semakin banyak berita hoaks di era kemajuan teknologi ini.

Pramono menegaskan, literasi dan edukasi untuk menangkal berita hoaks. "Seiring dengan kemajuan teknologi, kita menghadapi problem media sosial, salah satunya adalah hoaks." "Untuk itu perlu literasi dan edukasi kepada kita semua bahwa kebebasan ini harus diisi secara benar."

"Jangan kemudian kebebasan diisi dengan hal hal yang tidak produktif," lanjut Pramono. Pada akhir keterangannya, Pramono mengucapkan peringatan Hari Pers Nasional. Pramono berharap awak media tetap menjunjung nilai kebenaran dalam dunia pers.

"Tetaplah menjaga integritas menjunjung tinggi nilai nilai kebenaran di atas segalanya, serta melakukan pendidikan edukasi kepada bangsa ini." "Pers yang kuat, pers yang terdidik, pers yang integritas adalah syarat mutlak menjadikan bangsa ini bangsa pemenang, bangsa petarung, bangsa yang menjadi bangsa besar." "Selamat Hari Pers Nasional," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat lebih aktif dalam menyampaikan kritik terhadap pelayanan publik yang dilakukan oleh penyelenggara negara. Hal itu disampaikan Presiden dalam acara peluncuran laporan tahunan Ombudsman RI tahun 2020, secara virtual pada Senin, (8/2/2021). "Masyarakat harus lebih aktif menyampaikan kritik masukan ataupun potensi mall administrasi, dan para penyelenggara pelayanan publik juga harus terus meningkatkan upaya perbaikan perbaikan," kata Presiden.

Sehingga menurutnya masyarakat memiliki andil atau menjadi bagian dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Presiden mengatakan meski banyak hal yang sudah diraih dalam pelayanan publik, namun harus disadari juga masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Oleh karena itu, catatan atau laporan tahunan Ombudsman RI sangat penting untuk mendorong peningkatan standar kualitas pelayanan publik di masa yang akan datang.

"Saya yakin ombudsman Indonesia juga telah menemukan berbagai kekurangan yang perlu kita perbaiki, catatan ini sangat penting untuk mendorong peningkatan standar kualitas pelayanan publik di masa yang akan datang," katanya. Meskipun demikian Presiden mengapresiasi Ombudsman RI yang terus mengawal pengawasan pelayanan publik oleh penyelenggara negara. Termasuk pelayanan Publik yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.

"Saya memberikan apresiasi, saya memberikan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Ombudsman Republik Indonesia, yang terus mengawal, melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik," kata Presiden. Sehingga menurut Presiden di tengah Pandemi Covid 19 seperti sekarang ini, masyarakat mendapatkan penanganan kesehatan yang tepat. Selain itu mendapatkan perlindungan dan bantuan yang cepat dari negara agar bisa bertahan dan menjaga kualitas hidupnya.

Oleh karena itu, Presiden meminta Ombudsman RI untuk terus mengubah cara cara kerja yang inovatif sehingga tidak terjebak pada rutinitas. "Situasi krisis, kita harus mampu merubah frekuensi kita dari frekuensi yang normal ke frekuensi yang extraordinary. Cara kerja yang berubah dari cara kerja yang rutinitas menjadi cara kerja yang inovatif dan selalu mencari smartshortcut," tuturnya.