June 13, 2021

Databazaarmedia.com

Blog Media Info Terkini

Hari Ini Basarnas Kumpulkan 17 Kantong Jenazah Berisi Body Part Korban Sriwijaya Air SJ-182

Pencarian puing dan korban Sriwijaya Air SJ 182 terus dilakukan tim SAR gabungan, Sabtu (16/1/2021). Pada hari kedelapan pencarian, tim SAR gabungan berhasil mengumpulkan 17 kantong berisikan body part dari para korban. Tak hanya itu, terdapat 3 kantong berisi serpihan puing pesawat dan satu kantong berisikan properti yang berhasil dikumpulkan.

"Dari catatan yang diberikan kepada saya bahwa yang diserahkan kepada kami berupa 17 kantong body part, 3 kantong serpihan kecil, kemudian 1 kantong berupa properti," kata Direktur Operasional Basarnas Brigjen TNI Rasman MS kepada wartawan, di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (16/1/2021). Rasman menjelaskan bahwa satu kantong berisi properti itu berisikan dokumen dan pakaian. Setelah diterima Basarnas, semua kantong yang berhasil dikumpulkan pada hari ini akan dibawa ke RS Polri untuk diidentifikasi lebih lanjut.

"Satu kantong properti berupa dokumen dokumen dan pakaian itu yang diserahkan kepada kami untuk selanjutnya akan dilakukan proses lebih lanjut identifikasi," jelas Rasman. Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, kembali menyerahkan jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Sabtu (16/1/2021). Total, ada 4 jenazah yang diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan hari ini.

Jenazah yang pertama diserahkan pada hari ini yakni atas nama Ihsan Adhlan Hakim. Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi jenazah Ihsan Adhlan Hakim pada Kamis (14/1/2020) kemarin, berdasarkan hasil rekonsiliasi antara sidik jari bagian tubuh yang ditemukan dengan sidik jari pada data e KTP. Selanjutnya, jenazah kedua yang diserahkan atas nama Pipit Piyono.

Sama seperti sebelumnya, jenazah Pipit Piyono teridentifikasi pada Kamis kemarin, yang didapat dari hasil pemeriksaan DNA. Pipit Piyono terbukti sebagai anak biologis ibu Sumini dan bapak Uja. Kemudian jenazah ketiga yakni atas nama Agus Minarni.

Agus Minarni merupakan warga Mempawah, Pontianak Kalimantan Barat yang berhasil teridentifikasi pada Rabu (13/1/2020) lalu lewat hasil pencocokan sidik jari. Jenazah keempat yang diserahkan yakni atas nama Isti Yudha Prastika. Jenazahnya berhasil teridentifikasi, Jumat (15/1/2020) kemarin.

Perempuan berusia 34 tahun itu tercatat terdaftar dengan nomor manifes 33. Ia teridentifikasi berdasarkan pencocokan sidik jari dan hasil dari DNA. Dengan penyerahan hari ini, maka total sudah 8 jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang telah diserahkan ke pihak keluarga.

Sebelumnya, jenazah atas nama Okky Bisma dan Asy Habul Yamin telah diserahkan ke pihak keluarga pada Kamis (14/1/2021). Jenazah Fadly Satrianto dan Ricko diserahkan pada Jumat (15/1/2021). Masih terdapat 9 jenazah yang telah teridentifikasi masih berada di RS Polri atau belum diserahkan ke pihak keluarga.

Mereka yakni Khasanah, Indah Halimah Putri, Supianto, Mia Tresetyani, Yohanes Suherdi, Toni Ismail, Dinda Amelia, Putri Wahyuni, dan Rahmawati. Lebih lanjut, PT Jasa Raharja menyatakan telah menyalurkan santunan kepada para keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Hingga Sabtu (16/1/2020) santunan sudah diberikan kepada keluarga dari 17 korban yang telah teridentifikasi tim DVI Polri.

Sebagai informasi berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 15 Tahun 2017, santunan kepada keluarga yang anggotanya menjadi korban kecelakaan angkutan umum diberikan santunan sebesar Rp50 juta. "Kemarin sudah kami serahkan 16, dan hari ini 1 lagi. Sebelum jam 17.00 WIB sudah akan kami serahkan ke 1 keluarga korban sisanya," kata Direktur Operasional PT Jasa Raharja Amos Sampetoding dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (16/1/2021).